KISAH LEMBAH HIJR

Bismillahi Arrahman Arrahiim

Imam Ahmad Meriwayatkan, dari Abdus-Shamad dan bersumber dari Ibnu Umar, ia Berkata, " Ketika Rasulullah SAW. dan kaum muslimin dalam perjalanan menuju Tabuk, mereka lewat dipemukiman yang dahulu ditinggali kaum Tsamud di Hijr, lalu saat bertemu sumur, kaum muslimin mengambil air dari sana meski sumur itu pernah digunakan kaum Tsamud untuk minum, Diantara kaum muslimin itu ada yang menuangkan air dalam kantong-kantong air persediaan, ada juga yang menggunakan air itu untuk dicampur dengan gandum (untuk diadon menjadi roti), namun setelah diberitahu oleh nabi untuk tidak menggunakan air itu, mereka segera mengosongkan kantong-kantong air dan memberikan adonan roti kepada onta, Kemudian mereka berangkat lagi dan bertemu dengan sumur lain yang pernah digunakan oleh onta nabi Saleh untuk minum.Namun sebelum berbuat banyak nabi mengajak kaum muslimin untuk pergi dengan alasan bahwa pemukiman tersebut pernah ditinggali kaum Tsamud yang di adzab oleh Allah , lalu beliau berkata. "Aku kawatir jika kalian nanti mendapatkan adzab yang sama dengan adzab yang dijatuhkan kepada kaum Tsamud itu, maka janganlah kalian memasuki perkampungan mereka."

Dikatakan, bahwa kaum nabi Saleh rata-rata memiliki usia yang panjang, sebelumnya mereka membangun rumah dari tanah kering (batu bata), namun rumah itu roboh sebelum pemiliknya meninggal dunia, maka setelah itu mereka menjadikan gunung dan bukit sebagai rumah mereka dengan memahat dan melobangi batu-batunya.

Dikatakan pula, bahwa ketika kaum Tsamud meminta kepada nabi Saleh untuk memperlihatkan mu'jizatnya, maka Allah mengeluarkan onta dari dalam batu, mereka diperintahkan untuk menjaga onta dan anaknya dan memberika peringatan bagi mereka akan adzab Allah jika mereka melakukan hal-hal buruk pada onta. Allah juga memberitahukan bahwa mereka nantinya akan membunuh onta tersebut dan pembunuhan itu akan menjadi penyebab dari kebinasaan mereka. Bahkan ciri-ciri orang yang akan membunuh onta itupun diberitahukan, yaitu berkulit merah, biru dan pirang.

Setelah diberitahukan, kaum Tsamud pun mencari orang dengan ciri-ciri tersebut, dan setelah tidak menemukanya, mereka berpesan pada bidan-bidan di negeri mereka agar segera membunuh  anak yang baru lahir jika jika memiliki ciri-ciri tersebut. Waktu pun berganti dan generasi pun berganti, mereka tetap tidak menemukan anak dengan ciri-ciri tersebut.

Pada generasi berikutnya, dikisahkan salah satu pemuka kaum tersebut melamarkan putranya dengan puteri dari pemuka lainya. lalu mereka pun menikah dan akhirnya memiliki anak yang memiliki ciri-ciri yang digambarkan tersebut. anak itu diberi nama Qudar bin Salif. Para bidan pun tak sanggup membunhnya karena orang tua dan kakek anak itu adalah orang-orang terpandang.

Ternyata sejak kecil anak tersebut sudah berbeda dengan anak lain, ia tumbuh dengan sangat cepat, pertumbuhanya dalam waktu seminggu sama dengan anak lain dalam waktu sebulan. hingga akhirnya menjadi dewasa dan diangkat menjadi pemuka kaum seperti orang tua dan kakeknya.

Diriwayatkan, Akhirnya oleh kaum Tsamud, Qudar bin Salif ini ditunjuk untuk membunuh onta nabi Saleh.
Qudar bin Salif mengajak delapan orang lainya untuk membantu membunuh onta tersebut.

Maka saatnya tiba dan onta itupun di bunuh secara beramai-ramai. Kabar tentang pembunuhan onta tersebut akhirnya di dengan oleh nabi Saleh, Ia mendatangi kaumnya sambil menangis atas nasib yang akan menimpa kaumnya nanti, namun kaumnya berpura-pura tidak bersalah, mereka memberikan alasan bahwa yang membunh onta tersebut adalah kaum lain.

Maka tanpa mempersalahkan siapapun nabi Saleh mengajak kaumnya untuk mencari anak onta itu dan merawatnya sebagai ganti merawat induknya. Maka kaumnya pun mengikuti nabi Saleh keatas gunung untuk mencari anak onta tersebut. namun ternyata gunung itu semakin dinaiki semakin pula menjadi tinggi, bahkan burung pun tidak bisa mencapai puncak gunung tersebut.

Setelah lama mencari, akhirnya anak onta tersebut diketemukan sedang menangis yang mengeluarkan air mata darah. kemudian anak onta tersebut menghadap nabi Saleh dan meraung sangat keras sebanyak tiga kali. Pada saat itulah nabi Saleh mengetahui kejadian yang sebenarnya terhadap onta mukjizatnya. lalu nabi Saleh berkata, " Bersuka rialah kamu semua dirumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan". 

Nabi saleh pun memberitahukan bahwa pada esok hari mereka akan berubah warna kulitnya menjadi kuning, keesokan harinya lagi akan berunah menjadi merah, dan pada hari ketiga kulit mereka akan berubah menjadi hitam legam. Setelah semua itu terbukti kebenaranya, maka dihari keempat, mereka ditimpa adzab dengan suara yang sangat memekik dari atas langit, sepertinya suara itu adalah gabungan dari suara guntur yang diersatukan. Maka mereka semua pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka.Seakan suara tersebut adalah pekikan dari anak onta Nabi Saleh.

Allahu A'lam Bissawaab.













Comments

Popular posts from this blog

Panjang Kapal Nabi NUH

Kisah NUH (tuhan itu bernama " WADD, SUWA' YAGUTS, YA'UQ dan NASR ")

Tinggi Nabi Adam, Jumlah Usia dan Kisah Wafatnya