KISAH PEMBAKARAN NABI IBRAHIM

Bismillahi Ar-Rahmaan Ar-Rahiim


Tatkala orang-orang kafir telah kalah ber-argumentasi tentang Tuhan mereka dengan Ibrahim, mereka pun mengambil jalan selain berdebat. Mereka menggunakan kekuasaan dan kekuatan untuk mengalahkan Ibrahim.

 

Akhirnya orang-orang kafir bersepakat untuk membakar Ibrahim.

 

Orang-orang kafir tersebut mengumpulkan kayu bakar dari setiap tempat, kemudian setelah di rasa cukup, kayu tersebut di tumpuk dalam sebuah lubang yang sangat besar, lalu membakarnya. Maka kayu-kayu tersebut dengan cepat mengeluarkan api yang sangat besar, tidak ada pembakaran yang lebih besar seperti itu.

 

Setelah itu mereka meletakkan Ibrahim di sebuah alat pelempar yang di sebuat Manjaniq (sejenis ketapel raksasa) yang dibuat oleh seorang pria bernama Haizan. Dia orang pertama yang membuat Manjaniq dan karena ide tersebut Allah Swt. menghukumnya dengan cara memasukkan Haizan kedalam perut bumi, ia akan meronta-ronta dan berteriak didalamnya hingga hari kiamat.

 

Di riwayatkan oleh sejumlah ulama salaf, bahwa ketika Ibrahim hendak dimasukkan ke dalam api, malaikat Jibril bertanya kepada Ibrahim. " Wahai Ibrahim, apakah ada yang bisa aku bantu?". Ibrahim menjawab " Apabila kamu yang menawarkan, aku tidak membutuhkan bantuan darimu".

 

Diriwayatkan pula dari Ibnu Abbas dan Said bin Jubair, ketika itu malaikat yang bertugas menurunkan hujan bertanya " Kapankan aku harus menurunkan hujan, karena setelah aku diperintahkan,maka aku akan langsung menurunkanya". Namun ternyata perintah Allah kepada api mempunyai dampak yang lebih cepat daripada perintah kepada malaikat .

 

Ketika Ibrahim benar-benar telah dilemparkan ke arah api, maka hanya pertolongan dari Allah yang di harapkan , Ibrahim berdoa " Hasbunallah wa ni'mal wakiil" (Cukuplah Allah penolong bagi kami, dan Dia sebaik-baik pelindung)


"Kami (Allah) berfirman. "Wahai api, Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim!" Makna perintah itu adalah janganlah kamu mencelakakan Ibrahim.

 

Ibnu Abbas mengatakan, " Kalau saja perintah itu tidak diiringi dengan kata "penyelamat", niscaya api itu akan tetap mencelakakan Ibrahim akibat hawa dingin-nya."

 

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata " Kalimat terbaik pada saat itu adalah kalimat yang diucapkan oleh ayah Ibrahim, karena ketika ia melihat anaknya dalam perlindungan Allah seperti itu, ia berkata "Sebaik-baik Tuhan adalah Tuhanmu wahai Ibrahim".

 

Ibnu Asakir meriwayatkan, dari Ikrimah ia mengatakan " Ketika ibinda Ibrahim melihat anaknya dalan perlindungan, ia memanggil Ibrahim, " Wahai anak-ku, aku ingin menghampirimu, maka berdoalah kepada Allah agar aku diselamatkan oleh hawa panas yang ada disekelilingmu,"lalu Ibrahim menjawab "Baiklah". Maka Ibunda Ibrahim menghampiri Ibrahim dan sama sekali tidak tersentuh oleh panasnya api ketika berada di dekat anaknya, Ibunda Ibrahim segera memeluk Ibrahim dan menciumnya, lalu ia kembali lagi keluar dari api itu"

 

Di Riwayatkan, dari Minhal bin Amru, ia berkata " Aku pernah diberitahukan bahwa Nabi Ibrahim tinggal di dalam api selama empat puluh hari atau lima puluh hari, dan Nabi Ibrahim berkata, "Tidak ada kehidupan di siang ataupun malam hari yang pernah akau lalui, lebih baik dari pada kehidupan yang akau rasakan ketika aku berada di dalam api, dan aku sungguh berharap kehidupanku seluruhnya bisa seperti kehidupan ketika aku beradadi sana ."


Allahu A'lam Bis - Sawaab



Comments

Popular posts from this blog

Panjang Kapal Nabi NUH

Kisah NUH (tuhan itu bernama " WADD, SUWA' YAGUTS, YA'UQ dan NASR ")

Tinggi Nabi Adam, Jumlah Usia dan Kisah Wafatnya