Posts

DAKWAH BIL-HAL ( Kontroversi sang kiai " MBAH SAHAL" )

Image
Bismillahi Arrahmaan Arrahiim Sepintas tak terlihat beda Pondok Pesantren Maslakul Huda desa Kajen Kec. Margoyoso-Pati dengan Pesantren lain di desa tersebut yang jumlahnya mencapai hampir ratusan. Pesantren yang di asuh KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh tersebut berbaur dengan pemukiman penduduk dan dihuni oleh hampir ribuan santriwan-santriwati. setiap hari para santri membedah kitab kuning.kitab klasik yang lazim dipelajari di pesantren tradisional.   Keseharian para santri sangatlah sederhana, untuk makan mereka biasa menggunakan nampan besar yang dikelilingi bersama dengan sayur yang disantap menggunakan tangan, tanpa sendok dan garpu. Namun siapa sangka dibalik kesederhanaan itu. Pesantren Maslakul Huda mengelola beberapa unit usaha yang bisa memberikan profit hingga ratusan bahkan milyar-an.   Diantara unit usaha yang dikelola pesantren adalah sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) ARTHA HUDA ABADI. Sebuah BPR Konvensional (Ber-basis bunga) yang Notabene di Hara

BIOGRAFI KH. MUHAMMAD AHMAD SAHAL MAHFUDH

Image
Bismillahirrahmaan Arrahiim Nama lengkap beliau adalah Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh. lahir di desa Kajen Kec Margoyoso Kab.Pati tanggal 17 Desember 1937 dan selanjutnya orang lebih mengenal beliau dengan panggilan akrab MBAH SAHAL .   Orang mengenal beliau sebagi sosok yang sangat bersahaja. namun di balik kesederhanaanya, beliau memiliki keluasan segala ilmu.    Pengasuh pondok pesantren Maslakul Huda ini memiliki pemikiran liberal.  Mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa dari UIN Jakarta karena keteguhanaya dalam fiqih Indonesia.   Beliau adalah putera dari Kiai Mahfudh Salam, seorang pejuang aktif pada penjajahan Belanda sehingga beliau di tawan belanda sampai akhir hayat dan makam beliau baru diketemukan beberapa saat yang lalu di daerah Ambarawa.   Sang kiai sejak kecil mendapatkan didikan agama dari sang ayah, setelah itu selama 6 tahun menamatkan pendidikan Ibtidaiyyah (tingkat dasar/SD) di Kajen - Pati. dan di kota yang sama beliau menamatkan pendidikan

INI DIA SEEKOR NYAMUK BER-UMUR EMPAT RATUS TAHUN

Bismillahi Arrahmaan Arrahiim  Di sebutkan dalam sejarah bahwa Raja-raja yang pernah menguasai hampir seluruh muka bumi itu ada empat. Dua orang mukmin dan dua orang kafir.   Dua orang mukmin itu adalah Raja Dzul Qarnain dan Raja Sulaiman, sedangkan yang dua kafir yaitu Raja Namrud dan Raja Nebukadnezar.   Salah satu raja Kafir yaitu namrud, memegang tampuk kerajaan lebih dari empat ratus tahun lamanaya.   Namun raja besar tersebut akhirnya mati hanya oleh seekor nyamuk yang dikirim oleh Allah Swt.   Zaid bin Aslam mengatakan " Ketika itu , Allah mengutus seorang raja lain kepada Namrud untuk beriman kepada Allah Swt. namun Namrud menolaknya, kemudian raja tersebut mengajaknya untuk ke dua kalinya, Namrud masih juga menolak, Raja lain tersebut mengajak untuk yang ketiga kalinya, tetapi Namrud masih menolak. Maka raja itupun mengatakan " Kumpulkanlah semua pasukanmu karena aku akan menyerangmu ".Maka keesokan paginya Raja Namrud mengumpulkan seluruh

KISAH DUA KANTUNG PASIR

Bismillahi Arrahmaan Arrahiim Abdurrazaaq meriwayatkan dari Ma'mar, dari Zaid bin Aslam ia berkata, bahwasanya ketika itu raja Namrud mengumpulkan seluruh persediaan makananya di istana. Bagi rakyatnya yang ingin mendapatkan makanan, harus datang ke istananya dan memintanya. Maka Ibrahim pun datang bersama sejumlah orang untuk mendapatkan makanan itu, nabi Ibrahim sebelum itu belum pernah bertemu raja Namrud. Baru pertama kali ini bertemu dan selanjutnya berlanjut dengan perdebatan diantara mereka. Maka ketika raja Namrud tidak dapat mengalahkan argumen dari nabi Ibrahim, raja Namrud memutuskan untuk tidak memberikan jatah makanan pada nabi Ibrahim,padahal semua yang datang mendapatkanya. nabi Ibrahim pun keluar istana tanpa membawa apapun. Setelah hampir tiba di dekat rumahnya, nabi Ibrahim mengambil beberapa genggam pasir dan memasukkanya ke dalam kedua kantung yang di bawanya, ia berkata dalam hati, " Begitu aku tiba, aku akan menyibukkan mereka dengan sesuatu yang la

Asal-Usul Perintah Membunuh Tokek

Image
Bismillahirrahmaan Arrahiim   Tokek adalah sejenis binatang merayap yang hidup di rumah maupun di hutan Binatang ini mempunyai kebiasaan sering berbunyi setiap saat dan apabila membuang kotoran maka ia akan mencari tempat yang tetap atau sama dimana setiap saat ia membuang kotoran.Banyak orang yang merasa jijik jika melihat Tokek, apalagi menyentuhnya. Hingga akhirnya di rumah-rumah kadang tokek di buru untuk dibunuh karena dianggap mengganggu. Namun dibalik sifat-sifat tokek tersebut, ternyata pada zaman dahulu Tokek mempunyai cerita tersendiri Imam Bukhari meriwayatkan, dari Ubaidillah bin Musa, dari Ibnu Juraij dari Abdul Hamid bin Jubair, dari Saidbin Musayib, Dari Ummu Syuraik, ia berkata bahwasanaya Rasulullah Saw.memerintahkan untuk membunuh Tokek, beliau mengatakan " Karena dahulu tokek pernah meniup-niupkan api kepada Ibrahim". Dalam Riwayat yang lain Imam Ahmad meriwayatkan dari Affan, dari Jarir, dari Nafi', dari Saibah maulat Fakih

KISAH PEMBAKARAN NABI IBRAHIM

Bismillahi Ar-Rahmaan Ar-Rahiim Tatkala orang-orang kafir telah kalah ber-argumentasi tentang Tuhan mereka dengan Ibrahim, mereka pun mengambil jalan selain berdebat. Mereka menggunakan kekuasaan dan kekuatan untuk mengalahkan Ibrahim.   Akhirnya orang-orang kafir bersepakat untuk membakar Ibrahim.   Orang-orang kafir tersebut mengumpulkan kayu bakar dari setiap tempat, kemudian setelah di rasa cukup, kayu tersebut di tumpuk dalam sebuah lubang yang sangat besar, lalu membakarnya. Maka kayu-kayu tersebut dengan cepat mengeluarkan api yang sangat besar, tidak ada pembakaran yang lebih besar seperti itu.   Setelah itu mereka meletakkan Ibrahim di sebuah alat pelempar yang di sebuat Manjaniq (sejenis ketapel raksasa) yang dibuat oleh seorang pria bernama Haizan . Dia orang pertama yang membuat Manjaniq dan karena ide tersebut Allah Swt. menghukumnya dengan cara memasukkan Haizan kedalam perut bumi, ia akan meronta-ronta dan berteriak didalamnya hingga hari kiamat.

KISAH PENGHANCURAN BERHALA

Bismillahi Arrahmaan Arrahiim Allah mengisahkan tentang nabi Ibrahim, bahwa ia menentang kaumnya yang menyembah berhala, ia menghinakan, merendahkan, dan meremehkan berhala-berhala yang meraka sembah itu, ia berkata,  " Patung - patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya ?" (Al-Anbiya' :52). Dan inilah jawaban dari kaumnya " Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya ". (Al-Anbiya' :53). Maka nabi Ibrahim pun berkata " Sesungguhnya kamu dan nenek moyang kamu berada dalam kesesatan yang nyata ". (Al-Anbiya' :54). Dalam surah Al-Anbiya' :56 selanjutnya Ibrahim menjawab " Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan (pemilik) langit dan bumi ; (Dialah) yang telah  menciptakannya ; dan aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas itu" Karena kaumnya tetap dalam kekufuran, Akhirnya Ibrahim mencari siasat untuk membuka mata kaumnya. Dikisahkan bahwa orang-orang kafir di Babilonia memiliki hari besar yang meraka ray